Jakarta, Garuda Vox News –

Ketua Umum GENTARI (Generasi Cinta Negeri), Habib Umar Alhamid, menegaskan bahwa langkah Presiden RI Prabowo Subianto dalam menggaungkan gerakan anti-kebohongan merupakan bagian dari komitmen moral yang telah lama ia sampaikan jauh sebelum menjabat sebagai kepala negara.

Menurut Habib Umar, komitmen terhadap kejujuran bukan sekadar slogan politik, melainkan fondasi kepemimpinan yang berorientasi pada keberanian berkata benar, transparansi kebijakan, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah rakyat.

“Sejak lama Pak Prabowo menyampaikan bahwa kejujuran adalah fondasi utama kepemimpinan dan tata kelola negara. Beliau selalu mengingatkan jajarannya agar tidak berbohong dalam menjalankan amanah kekuasaan. Ini bukan hal baru, tetapi sikap konsisten yang terus beliau pegang,” ujar Habib Umar dalam keterangannya.

Ia menilai, gerakan anti-kebohongan yang kini menjadi sorotan berbagai kalangan merupakan langkah strategis untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah. Di tengah tantangan global, derasnya arus informasi, serta dinamika politik nasional, kejujuran menjadi nilai yang tidak bisa ditawar.

Habib Umar menambahkan, pemerintahan yang bersih dari manipulasi informasi dan praktik tidak transparan akan menciptakan stabilitas sosial serta mempercepat pembangunan nasional. Ia melihat arah kepemimpinan Prabowo mengedepankan keterbukaan dan keberanian mengambil sikap tegas terhadap praktik-praktik yang merugikan rakyat.

Sebagai organisasi kepemudaan yang mengusung semangat cinta tanah air, GENTARI di bawah kepemimpinan Habib Umar berkomitmen mendukung agenda pemerintahan yang berorientasi pada integritas dan akuntabilitas. Ia mengajak generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai kejujuran di ruang publik, termasuk dalam bermedia sosial dan kehidupan bermasyarakat.

“Bangsa yang besar dibangun dengan karakter. Jika para pemimpinnya menjunjung tinggi kejujuran, maka rakyat akan mengikuti. Gerakan anti-kebohongan ini harus menjadi budaya nasional,” tegasnya.

Habib Umar juga menilai, keberanian Presiden Prabowo dalam menekankan pentingnya kejujuran menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun tata kelola negara yang modern, profesional, dan berintegritas. Langkah tersebut dinilai memiliki nilai jual politik sekaligus moral, karena menyentuh akar persoalan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Dengan dukungan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan pemuda, gerakan ini diharapkan menjadi energi baru bagi pemerintahan dalam mewujudkan Indonesia yang kuat, berdaulat, dan bermartabat di kancah global.(Hadi)