Jakarta,GVN
Kisah Markas Cijantung dan Cerita Pribadi Tattya Gatot HP istri mantan Dandenma Kopassus
“Saya masih ingat jelas setiap pagi di Markas Cijantung,” Tattya Gatot Heru Pitoyo memulai ceritanya, matanya berbinar seakan kembali berada di lapangan latihan. “Suami saya, Dandenma Kopassus, selalu pulang dengan cerita tentang Pak Prabowo. Bukan sekadar bawahan, tapi perwira yang punya keberanian, inisiatif, dan loyalitas luar biasa.”
Tattya menggambarkan suasana di markas: dengan halaman yang selalu bersih, suara langkah prajurit bersahut-sahutan, dan Prabowo yang muncul dengan tatapan tegas tapi penuh kewibawaan. Suami saya melihat dari atas bukit.
Prabowo turun langsung bersama anak buah, memimpin, memberi arahan, tapi selalu memastikan semua tetap aman. Tidak ada yang tersisih, tidak ada yang diabaikan,” katanya.
Ia menceritakan sisi personal Prabowo yang jarang diketahui publik. “Pak Prabowo bukan hanya tegas, tapi peduli. Anak buah kelelahan diberi semangat, kesalahan ditangani dengan bijak. Suami saya bilang, kualitas seperti itu jarang ditemukan. Dia memimpin bukan hanya dengan perintah, tapi dengan memberi inspirasi.”
Tattya menambahkan nilai-nilai Kopassus yang selalu ditegakkan Prabowo. “Keberanian, loyalitas, kehormatan—itu bukan sekadar kata, tapi cara hidup di markas. Suami saya yakin bahwa pasukan berada di tangan yang tepat, bukan hanya secara teknis tapi juga moral. Itu yang membuatnya dihormati di Cijantung.”
Di sela cerita tentang markas, Tattya tersenyum dan berbagi kisah pribadi yang lebih ringan. “Saya juga dekat dengan Titiek Suharto. Pernah suatu hari dia bercanda tentang dirinya sendiri, dan itu membuat saya tertawa sampai sekarang ” pak Prabowo mengatakan bahwa ‘Betis titiek kayak talas Bogor!’ Lucu sekali, tapi itulah sisi manusiawi yang jarang orang lihat dari mereka yang berada di dunia militer atau politik.”
Tattya menutup ceritanya dengan refleksi hangat. “Meskipun banyak kontroversi tentang Pak Prabowo atau orang-orang di sekitarnya di luar markas, bagi suami saya dan kami yang menyaksikan langsung, beliau adalah sosok disiplin, inspiratif, dan bisa dipercaya.
Pak Prabowo menunjukkan bagaimana seorang bawahan bisa bersinar tanpa menabrak aturan, membimbing pasukan, dan tetap menghormati komandan.
Dan kisah ringan bersama Titiek mengingatkan kami bahwa di balik dunia militer dan politik, tetap ada momen manusiawi yang menghangatkan hati.”(brago)






