Bogor, Garuda Vox News —

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Paledang, Kota Bogor, terus bertransformasi menjadi pusat pembinaan karakter dan kemandirian warga binaan. Tak lagi semata-mata sebagai tempat menjalani hukuman, lapas kini berperan aktif membekali warga binaan dengan keterampilan kerja dan jiwa kewirausahaan agar siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang produktif dan mandiri.

Salah satu wujud nyata dari program pembinaan kemandirian tersebut adalah lahirnya produk kuliner “Mochi Jembatan Merah”, karya warga binaan Lapas Paledang. Produk ini hadir dengan cita rasa manis dan tekstur lembut yang menggugah selera, sekaligus membawa pesan kuat tentang semangat perubahan dan harapan masa depan yang lebih baik.

Kalapas Kelas IIA Paledang Raden Budiman Priyatna Kusumah memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan produk “Mochi Jembatan Merah”. Menurutnya, kegiatan usaha warga binaan bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan bagian penting dari proses pembinaan mental, disiplin, tanggung jawab, serta keterampilan kerja.

“Pembinaan kemandirian ini kami rancang agar warga binaan memiliki bekal nyata ketika kembali ke masyarakat. Mereka tidak hanya membawa keterampilan, tetapi juga kepercayaan diri dan semangat untuk hidup lebih baik,” ujar Kalapas Paledang.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Paledang dalam mendukung sistem pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada rehabilitasi. Melalui kegiatan produksi Moci, warga binaan dilatih mulai dari proses pembuatan, pengemasan, hingga pemahaman dasar kewirausahaan.

Sebagai warga Kota Bogor, masyarakat diajak untuk turut mendukung dan mengapresiasi produk karya warga binaan ini. Dukungan tersebut tidak hanya membantu keberlanjutan program pembinaan, tetapi juga menjadi bentuk nyata partisipasi publik dalam mendorong proses reintegrasi sosial warga binaan.

Dengan hadirnya Moci “Jembatan Merah”, Lapas Kelas IIA Paledang menegaskan bahwa perubahan itu nyata dan bisa dimulai dari balik tembok pemasyarakatan dari tangan-tangan warga binaan yang bekerja dengan cinta, disiplin, dan harapan akan masa depan yang lebih cerah.(Hakim)