Depok, Garuda Vox News—

Tren memelihara burung merak kian berkembang di berbagai daerah. Tak lagi sekadar hobi kalangan tertentu, penghobi burung merak kini membentuk komunitas yang aktif mempromosikan pelestarian satwa sekaligus menjadikannya bagian dari gaya hidup dan ekonomi kreatif.

Burung merak yang dikenal dengan keindahan bulu ekornya yang eksotis dianggap memiliki nilai estetika tinggi. Para penghobi menilai merak bukan sekadar hewan peliharaan, melainkan simbol keanggunan, kesabaran, dan kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya.

“Merak itu unik. Perawatannya memang tidak mudah, tapi di situlah tantangannya. Kami ingin membuktikan bahwa hobi ini juga bisa sejalan dengan upaya pelestarian,” ujar Rudi Hartono, salah satu penghobi burung merak di Jawa Barat, Sabtu (17/1).

Menurut Rudi, sebagian besar merak yang dipelihara penghobi saat ini merupakan hasil penangkaran resmi, bukan tangkapan alam.Hal ini dilakukan untuk menghindari perburuan liar sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

Komunitas penghobi burung merak juga rutin menggelar pertemuan, pameran, hingga edukasi kepada masyarakat. Kegiatan tersebut bertujuan mengubah stigma bahwa memelihara satwa eksotis selalu identik dengan eksploitasi.

“Justru dari komunitas ini, kami saling mengingatkan soal izin, kesejahteraan hewan, dan etika memelihara,” kata Rudi.

Selain aspek hobi dan konservasi, burung merak juga memiliki nilai ekonomi yang tidak kecil. Seekor merak hasil penangkaran dengan kualitas bulu dan postur yang baik bisa bernilai jutaan rupiah. Hal ini membuka peluang usaha baru bagi para penangkar lokal.

Pemerhati satwa menilai tren ini perlu terus diarahkan agar tetap berada dalam koridor hukum dan konservasi. Pemerintah daerah diharapkan turut berperan dengan memberikan pendampingan serta pengawasan terhadap penangkaran burung merak.

Dengan pengelolaan yang tepat, hobi burung merak dinilai tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian satwa dan penguatan ekonomi masyarakat.(Zein)