Bogor, GarudaVox News —
Ketidakpastian penerbitan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bogor periode 2025–2030 semakin memanas. Hingga kini, pasca pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) XII pada April 2025 di Sentul, kepengurusan yang telah ditetapkan belum juga memperoleh pengesahan resmi.
Situasi ini memicu spekulasi luas di kalangan internal maupun publik. Sejumlah sumber menyebut, tersendatnya proses SK bukan semata persoalan administratif, melainkan dipicu oleh dinamika serius di dalam tubuh organisasi.
“Iklimnya sudah tidak kondusif. Ada persoalan yang berkembang di internal, dan itu menjadi perhatian serius sehingga berdampak pada tertahannya SK,” ungkap salah satu sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Isu yang beredar bahkan menyentuh ranah sensitif yang menyeret salah satu unsur di jajaran dewan syuriah. Meski belum ada pernyataan resmi, kabar tersebut terus menggelinding dan memperkeruh situasi, sekaligus memunculkan tekanan moral bagi organisasi untuk segera mengambil sikap tegas dan transparan.
Akibatnya, roda organisasi PCNU Kabupaten Bogor disebut mengalami gangguan signifikan. Sejumlah agenda strategis tertunda, sementara komunikasi internal dilaporkan mulai mengalami friksi.
Kondisi ini turut memicu kekhawatiran akan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap NU sebagai organisasi keagamaan besar yang selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai integritas dan moralitas.
“Kalau ini tidak segera diselesaikan secara terbuka, dampaknya bisa luas. Bukan hanya ke internal, tapi juga persepsi publik terhadap NU,” ujar sumber lainnya.
Gelombang desakan pun mulai menguat. Beberapa kalangan mendorong agar dilakukan evaluasi menyeluruh, bahkan tidak menutup kemungkinan opsi pembatalan hasil Konfercab dan pelaksanaan pemilihan ulang demi menjaga marwah organisasi.
“Lebih baik dilakukan langkah konstitusional ulang daripada mempertahankan kondisi yang penuh ketidakpastian,” tegasnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya meminta keterangan resmi dari Ustadz Abdul Somad selaku Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Bogor terkait polemik yang berkembang dan kepastian penerbitan SK.
Ketidakjelasan ini menjadikan PCNU Kabupaten Bogor dalam sorotan tajam, sekaligus menjadi ujian serius bagi soliditas organisasi di tengah dinamika internal yang kian kompleks.(Hakim)






