Jakarta, Garuda Vox News—

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) memastikan seluruh persiapan layanan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) terus dimatangkan menjelang pergerakan jemaah haji Indonesia ke Arafah yang dimulai pada 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau Senin (25/5/2026).

Tahapan ini menjadi momentum penting dalam rangkaian ibadah haji, setelah seluruh jemaah haji Indonesia dilaporkan telah tiba di Kota Mekkah dan memasuki fase akhir persiapan menuju wukuf di Arafah.

Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Asseggaf mengatakan, proses pergerakan jemaah dari hotel menuju Arafah akan dilakukan secara bertahap guna memastikan kelancaran mobilitas dan kenyamanan seluruh jemaah.

“Besok 8 Dzulhijjah, pendorongan jemaah haji Indonesia dari hotel menuju Arafah akan mulai dilakukan secara bertahap. Kami menghimbau jemaah untuk mematuhi jadwal, mengikuti arahan petugas, tidak bergerak sendiri dan tidak terpisah dari rombongan,” ujar Maria di Jakarta, Minggu (24/5/2026).

Ia menjelaskan, pergerakan jemaah dibagi ke dalam tiga gelombang atau trip keberangkatan, yakni pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi. Skema tersebut disusun untuk mengantisipasi kepadatan arus jemaah sekaligus mempercepat distribusi layanan di kawasan Armuzna.

Menurut Maria, sejak pukul 07.00 waktu Arab Saudi, satuan tugas Arafah telah diberangkatkan lebih awal guna memastikan seluruh fasilitas dan layanan siap digunakan. Pemerintah melakukan pengecekan menyeluruh mulai dari kesiapan tenda, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, bimbingan ibadah, perlindungan jemaah hingga proses penerimaan jemaah di Arafah.

“Kesiapan petugas di lapangan menjadi bagian penting agar jemaah dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan aman, nyaman dan khusyuk,” katanya.

Pemerintah juga menekankan pentingnya kedisiplinan jemaah selama proses Armuzna berlangsung. Selain faktor keselamatan, kepatuhan terhadap pengaturan pergerakan dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran layanan jutaan jemaah dari berbagai negara yang berkumpul di lokasi yang sama.

Di sisi lain, penguatan koordinasi antara petugas haji Indonesia dengan otoritas Arab Saudi disebut terus dilakukan, terutama terkait transportasi, kesehatan dan mitigasi cuaca panas ekstrem yang diperkirakan masih terjadi selama fase puncak haji.

Langkah antisipatif tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, sekaligus memperkuat pelayanan publik bagi jemaah Indonesia di Tanah Suci.

Dengan dimulainya pergerakan menuju Arafah, pemerintah berharap seluruh jemaah dapat menjaga kondisi kesehatan, memperbanyak ibadah dan mengikuti seluruh arahan petugas demi kelancaran pelaksanaan wukuf yang menjadi inti dari ibadah haji.(Brago)