Jakarta, Garuda Vox News –
Sidang etik Mahkamah Kehormatan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (MK-IPHI) yang digelar di Gedung Pusat IPHI, Jalan Tegalan No.1, Matraman, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026), mendapat apresiasi dari Sekretaris Jenderal PP-IPHI, Ir. H. A. Bambang Irianto.
Sidang tersebut merupakan tindak lanjut atas aduan yang diajukan Wakil Ketua Umum Bidang Asset PP-IPHI, H. Andi Moch. Yusuf, terkait dugaan pelanggaran etika dan disiplin organisasi di lingkungan PP-IPHI.
Dalam keterangannya, Bambang Irianto menyatakan bahwa pihaknya menghormati dan mengapresiasi putusan Mahkamah Kehormatan IPHI yang telah menyelesaikan proses sidang secara organisatoris sesuai mekanisme aturan internal organisasi.
“Pengurus Pusat IPHI mengapresiasi putusan Mahkamah Kehormatan IPHI yang telah memutuskan perkara ini secara objektif dan sesuai ketentuan organisasi. Keputusan tersebut sudah inkrah dan menjadi bagian dari penegakan marwah organisasi,” ujar Bambang Irianto usai sidang.
Ia menegaskan, putusan tersebut menjadi bukti bahwa IPHI tetap menjunjung tinggi etika, disiplin, dan kehormatan organisasi sebagai wadah para haji Indonesia.
Menurutnya, langkah Mahkamah Kehormatan tersebut sekaligus menjadi pesan moral penting bagi seluruh kader dan pengurus IPHI di berbagai daerah agar tetap menjaga nama baik organisasi serta kehormatan para haji di tengah masyarakat.
“Dengan keputusan sidang etik ini menunjukkan bahwa IPHI serius menjaga marwah organisasi. Kepada seluruh pengurus wilayah dan daerah agar tetap menjaga nama baik haji, menjaga marwah haji di mata masyarakat dan umat Islam di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Sebelumnya, Mahkamah Kehormatan IPHI dalam putusannya menyatakan menerima pengaduan Pengadu untuk seluruhnya dan menyatakan Teradu terbukti melakukan pelanggaran etika dan disiplin organisasi IPHI.
Majelis Mahkamah Kehormatan dipimpin Drs. Taufik CH., S.H., M.H., dengan anggota Zaenal Abidin, S.H. dan Farchat Bahafdullah, S.H., M.H., serta Panitera Ahmad Rizq Setiawan, S.H., M.H.
Sidang etik tersebut dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola organisasi, menjaga integritas kelembagaan, serta mempertegas komitmen IPHI sebagai organisasi yang menjunjung nilai persaudaraan, kehormatan, dan keteladanan para haji Indonesia.(Brago)






