JAKARTA, Garuda Vox News –

Sosok Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus) Letjen TNI Djon Afriand menjadi pusat perhatian dalam ajang Tribhuana Shooting Championship (TSC) Panglima Kopassus Cup 2026) yang digelar di Lapangan Tembak IGP Kopassus, Cijantung, Minggu (1/2/2026).

Kejuaraan ini tidak hanya mencatat prestasi atlet, tetapi juga menegaskan peran aktif Pangkopassus dalam pembinaan olahraga menembak nasional.

Di hadapan ratusan atlet dari berbagai daerah, Pangkopassus Yandri tampil langsung memantau jalannya pertandingan hingga prosesi penyerahan medali. Kehadirannya disebut sebagai simbol kuat dukungan TNI, khususnya Kopassus, terhadap pengembangan olahraga yang menuntut disiplin, presisi, dan mental baja.

Dalam keterangannya, Letjen TNI Yandri menegaskan bahwa TSC Panglima Kopassus Cup bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari visi jangka panjang Kopassus dalam mendorong lahirnya atlet-atlet berkelas dunia.

“Menembak adalah olahraga yang mengajarkan ketenangan, fokus, dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini sejalan dengan karakter prajurit Kopassus. Karena itu, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi atlet sipil dan daerah untuk berkompetisi secara profesional,” ujar Pangkopassus Yandri.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada atlet-atlet Perbakin DKI Jakarta yang berhasil meraih 11 medali dalam kejuaraan tersebut. Namun, Yandri menekankan bahwa kemenangan bukan satu-satunya tujuan.

“Yang utama adalah proses, sportivitas, dan keselamatan. Prestasi hanyalah hasil dari latihan yang disiplin dan pembinaan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Menurut Pangkopassus, Kopassus akan terus menjadikan Lapangan Tembak IGP sebagai pusat kegiatan kejuaraan terbuka dan pelatihan bersama, sekaligus wadah pertukaran pengalaman antara atlet sipil dan unsur militer. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan standar nasional olahraga menembak Indonesia.

Kejuaraan yang berlangsung sejak 29 Januari hingga 1 Februari 2026 ini mempertandingkan 12 nomor ISSF dan diikuti ratusan atlet dari berbagai klub dan provinsi. Di akhir acara, Pangkopassus Yandri menutup kompetisi dengan pesan kuat tentang persatuan dan prestasi.

“Olahraga adalah alat pemersatu bangsa. Dari lapangan tembak ini, kita ingin melahirkan juara-juara yang membawa nama Indonesia dengan kehormatan,” pungkasnya.

Dengan figur Pangkopassus yang tampil dominan dan visioner, TSC Panglima Kopassus Cup 2026 tak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga panggung kepemimpinan Letjen TNI Yandri dalam menghubungkan dunia militer dan olahraga prestasi nasional.(Brago)