DEPOK, Garuda Vox News —

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok memasang target agresif pada Pemilu mendatang. Ketua DPD PSI Kota Depok, Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos, MM, secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa PSI siap merebut enam kursi DPRD Kota Depok, sebuah lonjakan signifikan dibanding capaian sebelumnya.

Pernyataan ini bukan sekadar optimisme elektoral, melainkan sinyal politik bahwa PSI ingin tampil sebagai penantang serius dominasi partai-partai lama di Depok.

Menurut Binton, konsolidasi struktur, penguatan basis pemilih muda, serta kejenuhan publik terhadap pola politik konvensional menjadi modal utama PSI menatap pertarungan legislatif.

“PSI Depok tidak lagi sekadar hadir sebagai alternatif. Kami siap bertarung dan menang. Target enam kursi DPRD adalah target realistis, bukan retorika,” tegas Binton dalam pernyataannya.

Target enam kursi ini dinilai sebagai pesan politik terbuka kepada partai mapan yang selama ini menguasai parlemen Kota Depok. PSI mencoba memanfaatkan ruang elektoral dari pemilih rasional, kelas menengah perkotaan, dan generasi muda yang semakin kritis terhadap isu transparansi, antikorupsi, dan pelayanan publik.

Langkah PSI juga dibaca sebagai upaya mengubah citra Depok dari “kota status quo politik” menjadi medan kontestasi ide dan gagasan. Narasi perubahan, meritokrasi, serta perlawanan terhadap politik transaksional terus digencarkan PSI dalam berbagai agenda politik lokal.

Binton menegaskan, PSI Depok telah memetakan daerah pemilihan strategis dan menyiapkan kader yang dinilai memiliki rekam jejak bersih serta kapasitas legislasi. Mesin partai disebut sudah bergerak hingga tingkat akar rumput, termasuk melalui pendekatan digital yang menjadi ciri khas PSI.

“Pertarungan kali ini bukan soal baliho paling besar, tapi gagasan paling relevan dengan kebutuhan warga Depok,” ujar Binton.

Target enam kursi DPRD bukan tanpa risiko. Jika gagal tercapai, ambisi ini berpotensi menjadi bumerang politik. Namun jika berhasil, PSI akan muncul sebagai kekuatan penentu (swing faction) dalam dinamika kebijakan DPRD Kota Depok, sekaligus memperkuat posisi tawar PSI di tingkat Jawa Barat.

Dengan pernyataan terbuka ini, PSI Depok secara resmi mengibarkan bendera perlawanan. Publik kini menunggu: apakah target enam kursi akan menjadi tonggak kebangkitan politik anak muda, atau sekadar janji ambisius di tengah kerasnya persaingan Pemilu.(Brago)