Bali, Garuda Vox News –
Muktamar VIII Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) yang berlangsung di Kuta, Bali, pada 15–16 Juni 2026, secara resmi menetapkan kembali Erman Suparno sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat IPHI untuk periode 2026–2031.
Keputusan tersebut menjadi penegasan atas kepercayaan mayoritas peserta muktamar terhadap kepemimpinan Erman Suparno dalam membawa organisasi alumni haji terbesar di Indonesia itu menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan keumatan di masa mendatang.
Muktamar VIII IPHI dihadiri sekitar 300 peserta yang mewakili 36 dari 38 provinsi di Indonesia. Forum tertinggi organisasi ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi kelembagaan, tetapi juga merumuskan arah strategis organisasi dalam memperkuat kontribusi alumni haji bagi pembangunan bangsa.
Dalam pidato pertanggungjawaban dan arah kebijakan organisasi, Erman Suparno menegaskan bahwa IPHI harus mampu menjalankan peran ganda sebagai wadah silaturahmi para haji dan hajjah sekaligus sebagai organisasi kemasyarakatan yang aktif memberikan solusi atas berbagai persoalan umat.
“Program-program IPHI ke depan harus berorientasi pada penguatan moral, akhlak, dan pemberdayaan masyarakat secara nyata. Alumni haji harus menjadi kekuatan sosial yang mampu memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,” ujar Erman di hadapan peserta muktamar.
Muktamar VIII menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan menjadi fokus gerakan organisasi lima tahun ke depan, antara lain:
- Penguatan ekonomi umat melalui pengembangan keuangan syariah dan pemberdayaan UMKM.
- Peningkatan kedaulatan pangan berbasis pertanian, perkebunan, dan perikanan.
- Penguatan kualitas sumber daya manusia yang berkarakter, berakhlak, dan berintegritas.
- Optimalisasi peran alumni haji dalam pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
- Penguatan sinergi dengan pemerintah dan berbagai elemen bangsa dalam mewujudkan kesejahteraan umat.
Selain itu, IPHI juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal peningkatan kualitas tata kelola penyelenggaraan ibadah haji nasional, termasuk mendukung berbagai kebijakan yang bertujuan meningkatkan pelayanan kepada jamaah.
Secara politik kebangsaan, Muktamar VIII menunjukkan bahwa IPHI tetap menjadi salah satu kekuatan masyarakat sipil Islam yang moderat, inklusif, dan konstruktif. Organisasi ini dinilai memiliki posisi strategis karena menghimpun para tokoh masyarakat, profesional, akademisi, birokrat, pengusaha, dan ulama yang telah menunaikan ibadah haji.
Pengamat organisasi kemasyarakatan menilai terpilihnya kembali Erman Suparno memberikan sinyal kuat tentang keinginan kader dan pengurus daerah untuk menjaga kesinambungan program sekaligus mempercepat transformasi organisasi menuju IPHI yang lebih modern, produktif, dan berdaya guna.
Muktamar juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan umat, memperkuat semangat kebangsaan, serta mengembangkan peran IPHI sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan nasional.

Dengan kepemimpinan baru hasil Muktamar VIII, IPHI diharapkan mampu memperluas peran tidak hanya sebagai organisasi pasca-haji, tetapi juga sebagai pusat gerakan pemberdayaan umat yang berkontribusi pada pembangunan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan.
Terpilihnya kembali Erman Suparno menjadi momentum bagi IPHI untuk memperkuat konsolidasi nasional, meningkatkan kapasitas organisasi hingga tingkat daerah, serta mewujudkan visi besar menjadikan alumni haji sebagai kekuatan moral dan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi umat, bangsa, dan negara.
“IPHI harus hadir sebagai rumah besar alumni haji Indonesia yang mampu menjaga nilai-nilai keislaman, memperkuat persaudaraan kebangsaan, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan bangsa ke depan.”tegar Erman
Sumber : Redaksi






