Jakarta, Garuda Vox News —

Negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) kembali menegaskan komitmen memperkuat persatuan dan sentralitas kawasan di tengah meningkatnya tekanan geopolitik global, ketidakpastian ekonomi, serta eskalasi konflik di berbagai belahan dunia.

Dalam sejumlah pertemuan tingkat menteri dan kepala pemerintahan ASEAN, isu stabilitas kawasan, ketahanan ekonomi, serta keamanan regional menjadi agenda utama.

ASEAN menegaskan tidak ingin terjebak dalam rivalitas kekuatan besar dan memilih tetap berada pada jalur diplomasi inklusif, dialog, serta kerja sama multilateral.

“ASEAN harus tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Persatuan adalah kunci agar kawasan ini tidak menjadi arena tarik-menarik kepentingan global,” demikian penegasan yang mengemuka dalam pernyataan bersama para pemimpin ASEAN.

Di sektor ekonomi, ASEAN juga mendorong percepatan integrasi pasar regional melalui penguatan rantai pasok, digitalisasi UMKM, serta peningkatan kerja sama perdagangan intra-ASEAN.

Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga pertumbuhan ekonomi kawasan di tengah perlambatan ekonomi global.

Sementara itu, isu Myanmar kembali menjadi sorotan serius. ASEAN menegaskan komitmen pada Five-Point Consensus sebagai satu-satunya kerangka penyelesaian krisis politik dan kemanusiaan di negara tersebut, meski diakui implementasinya masih menghadapi tantangan besar.

Pengamat menilai, posisi ASEAN saat ini berada pada persimpangan penting. Di satu sisi, kawasan ini memiliki potensi ekonomi besar dan stabilitas relatif.

Namun di sisi lain, perbedaan kepentingan internal dan tekanan eksternal dapat menguji soliditas ASEAN ke depan.

“Jika ASEAN gagal menjaga kekompakan, sentralitas ASEAN akan melemah. Tapi jika solid, ASEAN justru bisa tampil sebagai kekuatan penyeimbang global,” ujar seorang analis hubungan internasional.

Dengan dinamika global yang kian kompleks, ASEAN dituntut tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga aktor strategis yang mampu mengambil keputusan tegas demi kepentingan kawasan dan rakyat Asia Tenggara.(Ch)