Jakarta, Garuda Vox News—

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-2 kepada Perkumpulan Penjahit Indonesia Raya (PIR), sebagai bentuk pengakuan atas peran strategis komunitas penjahit dalam memperkuat UMKM dan menopang ekonomi nasional.

Ucapan tersebut disampaikan Kementerian UMKM RI melalui Deputi Bidang Usaha Menengah yang menegaskan bahwa keberadaan PIR bukan sekadar organisasi profesi, melainkan bagian dari kekuatan sosial-ekonomi nasional yang sejalan dengan agenda besar pemerintah pusat dalam membangun kemandirian ekonomi rakyat.

Dalam pernyataannya, Kementerian UMKM RI menilai PIR telah menunjukkan konsistensi dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam peningkatan kapasitas pelaku UMKM sektor fesyen dan garmen.

Sektor ini dipandang strategis karena berkontribusi langsung terhadap penciptaan lapangan kerja, penguatan industri kreatif, serta peningkatan daya saing produk dalam negeri di tengah tekanan ekonomi global.

“PIR adalah representasi nyata ekonomi rakyat yang bergerak, tumbuh, dan berkontribusi langsung bagi bangsa. Penjahit bukan hanya pelaku usaha, tetapi aktor penting dalam rantai ekonomi nasional,” demikian pesan yang disampaikan.

Kementerian UMKM RI juga menegaskan bahwa kolaborasi antara negara dan organisasi masyarakat produktif seperti PIR menjadi kunci keberhasilan pembangunan UMKM yang inklusif dan berkelanjutan.

Pemerintah mendorong PIR terus mengambil peran sebagai mitra strategis negara, baik dalam penguatan SDM, transformasi usaha, maupun perluasan akses pasar.

Memasuki usia dua tahun, PIR dipandang telah melampaui sekadar eksistensi organisasi.

PIR dinilai menjadi simbol kebangkitan ekonomi rakyat berbasis keterampilan, kemandirian, dan gotong royong—nilai-nilai yang sejalan dengan semangat nasionalisme ekonomi yang tengah digencarkan pemerintah pusat.

Ke depan, pemerintah berharap PIR terus memperluas pengaruh positifnya di daerah-daerah, memperkuat barisan UMKM, dan menjadi bagian dari garda depan dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks.(Hakim)