Jakarta, Garuda Vox News —
Pernyataan kontroversial dilontarkan oleh Ketua Umum ulama dan habaib nasional, Dr. Shechan Shahab, yang secara terbuka memprediksi bahwa pemerintahan Prabowo Subianto tidak akan mampu bertahan hingga satu tahun ke depan. Pernyataan tersebut sontak memantik polemik tajam di tengah publik yang tengah menyoroti arah kebijakan dan sikap politik pemerintah saat ini.
Dalam pernyataannya, Dr. Shechan tidak sekadar melontarkan prediksi, tetapi juga melabeli pemerintahan Prabowo sebagai “pembawa kehancuran Indonesia” sebuah tudingan serius yang mencerminkan kekecewaan sebagian kalangan terhadap arah kepemimpinan nasional.
Sorotan utama yang disampaikan Dr. Shechan adalah sikap pemerintah yang dinilai “diam” dalam menghadapi konflik global. Ia menyinggung tidak adanya pernyataan tegas dari Prabowo Subianto terkait dugaan agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta minimnya respons atas serangan terhadap prajurit Indonesia dalam misi perdamaian internasional.
Bagi Dr. Shechan, sikap tersebut bukan sekadar kelalaian diplomatik, melainkan indikasi lemahnya keberpihakan terhadap prinsip kedaulatan dan kemanusiaan. “Ini bukan soal politik luar negeri semata, ini soal harga diri bangsa,” kira-kira menjadi garis besar kritik yang disampaikan.
Lebih jauh, Dr. Shechan menyebut pemerintahan saat ini berada di “ujung tanduk”. Ia bahkan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan melakukan perlawanan terhadap pemerintah yang di anggap mengabaikan aspirasi masyarakat dan telah keluar dari arah konstitusi negara, yang menurutnya berpotensi membawa Indonesia ke arah krisis yang lebih dalam.
Pernyataan ini tentu bukan sekadar kritik biasa, melainkan sudah masuk dalam spektrum mobilisasi opini publik yang berpotensi memicu ketegangan politik di tingkat akar rumput.
Di satu sisi, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian sah dalam demokrasi. Namun di sisi lain, narasi yang terlalu keras terlebih dengan ajakan perlawanan terbuka justru akan menimbulkan risiko memperkeruh stabilitas nasional.
Pemerintahan Prabowo Subianto sendiri hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Dr. Shechan Shahab. Namun tekanan publik dipastikan akan terus meningkat, terutama jika isu-isu yang diangkat baik terkait kebijakan luar negeri maupun perlindungan prajurit tidak segera dijawab secara transparan.
Polemik ini menjadi salah satu ujian bagi pemerintahan Prabowo. Di tengah ekspektasi besar publik, setiap langkah atau bahkan sikap diam akan terus dibaca secara politis.
Apakah ini sekadar riak kritik dari kelompok tertentu, atau sinyal awal dari erosi kepercayaan publik yang lebih luas. Namun satu hal yang pasti, suara seperti yang disampaikan Dr. Shechan Shahab kini telah masuk ke ruang publik dan tak bisa lagi diabaikan begitu saja. (Hadi)






