JAKARTA, Garuda Vox News–
Ketua Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) Din Syamsuddin mengingatkan seluruh elemen bangsa agar tidak menutup mata terhadap berbagai gejala keretakan sosial dan kebangsaan yang mulai tampak di awal tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan Din Syamsuddin dalam konferensi pers “Resonansi Awal Tahun 2026: Urgensi Merajut Kebersamaan untuk Kerukunan dan Kemajuan Bangsa” yang digelar di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Din menilai, dinamika politik, polarisasi sosial, hingga meningkatnya narasi saling mencurigai di ruang publik berpotensi melemahkan persatuan nasional apabila tidak disikapi secara bijak dan bertanggung jawab.
“Kita tidak boleh menutup mata terhadap gejala keretakan yang ada di depan mata. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memecah belah bangsa,” ujar Din dalam keterangannya.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan kepemimpinan moral dan keteladanan dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, tokoh politik, tokoh agama, maupun masyarakat sipil, untuk meredam ketegangan dan memperkuat kohesi sosial.
Din juga menekankan pentingnya dialog lintas kelompok serta komitmen bersama dalam menjaga nilai kebangsaan, toleransi, dan persatuan di tengah tantangan global dan nasional yang semakin kompleks.
Konferensi pers tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh lintas sektor yang membahas berbagai isu strategis nasional, mulai dari stabilitas sosial, demokrasi, hingga peran masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).(A-kim)






